Sabtu, 19 Mei 2012

Opick Tombo Ati






Mengejar Akhirat, Berkah Dunia Melimpah

Ia berangkat dari bawah. Dulu hidupnya dari utang ke utang, kini ekonomi rumah tangganya semakin membaik. Ia tak lupa mensyukuri nikmat Allah.

Anda suka menyenandungkan lagu Tombo Ati, dan tersentuh oleh syairnya? Anda tahu siapa penggubahnya? Dialah Opick, santri asal Jember, Jawa Timur, yang terinspirasi oleh sebuah folklor pesantren dengan judul sama. Santri yang semula penyanyi rock dan kini populer sebagai pelantun lagu-lagu bernuansa Islam itu, memang lebih dikenal dengan nama panggungnya, Opick. Adapun nama aslinya, Awnur Rafiq lil Firdaus, 29 tahun.
Seperti halnya artis yang lain, sejak Desember 2005 sampai Juni 2006 jadwal Opick sangat padat. Bahkan dalam beberapa acara dia harus manggung sehari dua kali. Memang laris-laris manis, tapi ia juga kelelahan. Sampai-sampai, dalam sebuah acara di Makassar beberapa waktu lalu ia lemas, sehingga pernapasannya harus dibantu dengan oksigen. Meski begitu, dalam setiap penampilan, wajahnya selalu tampak ceria, dan murah senyum.
“Wah, aku capek banget. Tapi, ini semua kan harus dinikmati. Semua ini anugerah Allah SWT,” kata Opick di rumah barunya di kawasan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Utara, dua minggu lalu. Ketika itu ia sedang sibuk menyiapkan perhelatan ratiban untuk melepas keberangkatannya menunaikan ibadah haji.
Ibadah haji itu merupakan salah satu wujud rasa syukurnya kepada Allah SWT berkat kariernya yang sukses. Ratiban itu digelar awal Desember lalu di Masjid At-Taqwa, Cakung, Jakarta Timur. Beberapa mubalig hadir menyampaikan tausiah, antara lain Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Jefry Al-Bukhori, dan Ustaz Syubkhi Al-Bughuri.
Kesibukan Opick manggung di berbagai pentas belakangan ini tiada lain berkat suksesnya album Istighfar yang sudah terjual 650 ribu keping. Padahal pada bulan Ramadan lalu, album itu baru terjual 310 ribu keping. Jumlah yang sangat fantastis untuk album religius. Atas prestasinya itu ia diganjar penghargaan double platinum oleh Nadahijrah, perusahaan rekaman yang menaunginya.
“Yang paling membuat saya bahagia ialah siraman doa para ulama dan segenap penggemar yang secara positif merespons album Istighfar. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para penggemar yang telah mengirimkan surat yang jumlahnya cukup banyak,” katanya.
Dan berkah langsungnya ialah ekonomi keluarga yang semakin mapan: rumah baru, mobil mewah, bahkan juga sebuah studio rekaman. “Saya dan keluarga sekarang ini sedang belajar menjadi orang berkecukupan. Dulu kami kan miskin, dan sudah terlatih hidup miskin. Dan ternyata tidak gampang jadi orang kaya. Karena itu kami selalu bersyukur, mensyukuri nikmat Allah,” tambahnya.
Sebelumnya, usai menikah dengan Dian, 22 tahun, pada 15 Juli 2002, Opick mengontrak sebuah rumah petak di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Seiring dengan kelahiran dan pertumbuhan anak pertama, Ganiya, 2,5 tahun, ekonomi rumah tangga mereka semakin membaik. Padahal, sebelumnya membeli susu buat anak saja sulit. “Ketika itu kami sering kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutur Dian, yang di bulan Ramadan lalu melahirkan anak kedua, Aina Rahma Ramadana.
Pernah, ketika merekam sebuah album, setiap hari Opick terpaksa meminjam uang kepada produser. Ketika rekaman usai, ia kaget. Ternyata honorarium yang dianggarkan sebanyak Rp 15 juta tinggal Rp 1 juta, karena sudah dipotong utang-utang selama proses rekaman. “Ketika itu hidup saya memang sangat berat. Ngontrak rumah saja beberapa kali berpindah-pindah,” katanya.
Sementara merintis karier dari bawah, rumah tangga Opick tak sepi dari problem ekonomi. Tapi, pasangan ini tetap tabah dan tawakal. Sebab, katanya, “Rumah tangga kami ibarat sekolah dan kami muridnya. Kami belajar dari masalah yang selama ini kami hadapi. Dengan terus belajar, insya Allah kami bisa mengatasi segala masalah,” katanya. Di tengah keprihatinan seperti itu, ia tetap bermusik, bahkan berhasil merampungkan album solo Tak Ada Habisnya - meskipun tidak melejit.

Pasar Malam
Karier musiknya sesungguhnya bermula dari musik rock. Sebelum dikenal sebagai pelantun lagu-lagu religius, Opick pernah bergabung dalam kelompok band anak-anak asal Jember, Timor. Berkali-kali mereka mengirim contoh lagu-lagu rock ke beberapa perusahaan rekaman, tapi tak pernah nembus. Setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, akhirnya mereka melahirkan sebuah album, Nyanyian Perjalanan, yang direkam oleh perusahaan rekaman milik mantan penyanyi rock Log Zhelebour.
Sayang, album itu tak sempat beredar. Mereka lalu bikin album lagi, judulnya Pasar Malam di Kepalamu, kali ini direkam oleh perusahaan rekaman Airo, milik pengusaha dan budayawan Setiawan Djody. Sebagian besar liriknya karya Opick, sebuah di antaranya ditulis bersama penyair Rendra. Belakangan, Opick berkolaborasi dengan Adi Adrian, personel bank NuKLa. Setelah itu ia menyusun album Tak Ada Habisnya, yang diproduseri Pay, mantan personel band Slank. Ia juga pernah berkolaborasi dengan Gito Rollies lewat lagu Cukup Bagiku.
“Saat-saat seperti itu merupakan cobaan paling berat dalam hidup saya. Saya tak tahu harus berbuat apa agar dapur tetap ngebul. Untung istri saya selalu mengingatkan, semua cobaan itu pasti ada hikmahnya,” tutur Opick. Maka, sebagai santri, ia pun lantas bersujud memohon pertolongan Allah SWT. Ia sempat berikrar, kalaupun rezekinya bukan di musik, ia pasrah. “Eh, esoknya datang tawaran jadi juri lomba nasyid dan qiraah. Aneh ya, anak band kok dapat tawaran seperti itu,” ujarnya mengenang.
Sementara merintis karier yang belum jelas juntrungannya itu, Opick menyempatkan diri mengajar mengaji para remaja yang tinggal di sekitar rumahnya. Ketika itulah ia mengenal seorang murid mengajinya, yang rupanya terpesona oleh penampilan Opick. “Saya kaget, kok ada rocker pandai ngaji. Dan suaranya enak lagi,” tutur murid perempuan itu, tiada lain adalah Dian, yang kemudian dipersunting Opick pada 15 Juli 2002, setelah setahun pacaran.
Dan sejak ia menggeluti lagu-lagu nasyid, kariernya mulai merangkak. Suatu ketika itu ia sempat diminta menyusun lagu-lagu religius untuk dimuat dalam album Nasyid, Tausiah dan Dzikir, yang dilengkapi dengan tausiah K.H. Arifin Ilham. Kemudian, pada 2004, ia berkolaborasi dengan penyannyi cilik Amanda dalam lagu Alhamdulillah. Lagu ini semakin ngetop setelah menjadi tema lagu sinetron Anakku bukan Anakku. Setahun kemudian, 2005, Opick menelurkan album Istighfar, yang kontan melejitkan namanya. Dalam salah satu lagu yang termuat dalam album itu, Ya Rabbana, Opick berkolaborasi dengan Ustaz Jefry Al-Bukhori.
“Ketika Opick mengejar dunia, yang dikejar malah menjauh. Tapi, ketika ia mengejar akhirat dengan menelurkan album religius, dunia malah menghampirinya,” komentar Agus, mantan personel grup Snada.
Kini, Opick termasuk artis yang sukses, rezekinya pun melimpah. Melengkapi rasa syukurnya kepada Allah SWT, 21 Desember lalu ia menunaikan ibadah haji. Ketika masih tinggal di rumah mertuanya, Opick mendapat honorarium album Tombo Ati yang menurut rencana untuk membeli rumah. Tapi, karena jumlahnya tidak cukup, ia memutuskan menggunakannya untuk biaya naik haji. “Alhamdulillah, setelah memutuskan beribadah haji, dalam waktu tiga bulan rezeki justru berdatangan, sehingga saya bisa membeli rumah, mobil, dan segalanya. Memang, ketika rezeki digunakan untuk berhaji, semua jadi berkah,” tuturnya.
Ibadah haji itu rupanya juga ia maksudkan sebagai upaya untuk bertobat. Dulu, ia mengaku, pernah hidup dalam dunia yang serba hitam. “Hidup saya memang pernah berantakan. Tapi sekarang, alhamdulillah, Allah SWT telah memberi hidayah. Dalam hadis qudsi disebutkan, jika orang punya dosa sepenuh langit dan bumi kemudian datang kepada Allah SWT untuk bertobat, ia akan diampuni,” katanya terharu. “Sebagai muslim yang kurang ilmu dan amal, hanya satu keinginan saya, ‘Ya Allah, mohon kiranya ampunilah saya, dan semoga haji saya diterima oleh Allah SWT sebagai haji mabrur.” Amin.

6 komentar:

faireza mengatakan...

sangat inspiratif
kejarlah akhirat..duniapun akan mengejarmu

faireza mengatakan...

Mantebbss


kejarlah akhirat maka dunia akan mengejarmu

Zulfikar Kicky mengatakan...

MASYA ALLAH..Penuh Hikmah..ustadz berbagi pengalaman dan ilmunya donk..

Zulfikar Kicky mengatakan...

MASYA ALLAH..Penuh Hikmah..ustadz berbagi pengalaman dan ilmunya donk..

Siti Di Arab saudi mengatakan...

Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur,
saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik,
jika ingin seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

Ati Djamil mengatakan...

Saya mau ngajuin pinjaman sama pak ustad opick apa aj syaratnya?mo minta alamat banknya dimana