Selasa, 17 Februari 2015

Pengajian Dwi Mingguan MWCNU Bukateja




Pengajian Dwi Mingguan MWCNU Bukateja


 Minggu Kliwon pagi itu 15 Februari 2015, jamaah pengajian rutinan Ahad Pagi Forum Komunikasi Tokoh NU (FKTNU) Bukateja menggelar acara pengajian dengan mengundang tiga pembicara yakni KH Muhammadun Sya’roni Lc, KH Abror Mushodiq dan KH Anwar Idris. 
Acara yang digelar tiap hari minggu pagi atau pengajian dwi mingguan (dua mingu sekali) ini menjadi ajang silaturahmi antar ulama dan jamaah yang ada di kecamatan Bukateja. Kebetulan Minggu ini mengambil tempat di Masjid Al Hikmah, Desa Cipawon Kec Bukateja Kab Purbalingga. Ribuan jamaah baik laki-laki maupun perempuan benar-benar membludag tumplek blek memenuhi dalam masjid, halaman bahkan sampai jalan raya. Pengajian menjadi teratur dan rapi berkat kerjasama MWCNU dan Banser Ansor yang menjaga lokasi parkir dan sekaligus mengatur lalu lintas jalan raya.
Selepas doa bersama, acara disambung dengan sambutan pertama oleh H. Muhtamil, S.Ag yang juga adalah Kepala MTS Ma’arif NU 05 Majasari, Kec Bukateja Kab Purbalingga. 
Pengajian Ahad pagi dua minggu ke depan atau tepatnya hari Minggu Wage, 1 Maret 2015 akan mengambil tempat di Masjid Al Ikhlas, Lapangan LANUD desa Wirasaba Kec Bukateja, Kab Purbalingga Jawa Tengah. MWCNU Bukateja saat ini masih menyelesaikan gedung NU yang terletak di desa Majasari, kecamatan Bukateja. Biaya total rehab yang sudah dikeluarkan sudah mencapai 410 juta, sementara pemasukan dari warga NU baru terkumpul 149 juta. Saat ini sedang dibangun halaman Gedung dengan menggunakan paving block dan juga aktivitas Gedung NU Bukateja semakin semarak karena juga ada BTNU SAJA, badan tamzis yang juga mengelola usaha simpan dan pinjam warga NU, buka milai jam 08.00-16.00 WIB,“ kata H. Muhtamil, S.Ag.
Selepas itu pembicara pertama, KH Muhammadun Sya’roni menjawab pertanyaan jamaah pada minggu-minggu sebelumnya. Pertanyaan itu adalah : “”bagaimana hukumnya makanan yang dengan bio gas dari kotoran lembu atau kerbau? Dan bagaimana pula hukumnya jika dimasak  dengan kotoran hewan yang kering? “
Oleh Tim Bahsul Masail pengajian rutinan Ahad Pagi Forum Komunikasi Tokoh NU (FKTNU) Bukateja pertanyaan tersebut dijawab diwakili oleh KH Muhammadun Lc, yang juga adalah pengasuh Ponpes Darussalam, Desa Cipawon Kec Bukateja Kab Purbalingga, Jawa Tengah. “Yang dimaksud biogas disini adalah pemanfaatan kotoran hewan dengan cara menampungnya di dalam septic tank (tabung kotoran) yang kemudian menghasilkan uap gas. Kemudian uap gas tersebut diambil untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak dan penerangan. Biogas dipandang dari kaca mata fiqh biasa dikategorikan sebagai bukhar, yaitu uap yang timbul dari kotoran tanpa perantara api, bukan dukhan, yaitu asap yang timbul dari  kotoran yang terbakar. Sekarang tinggal bagaimana hukum bio gas itu? Jawabannya adalah, suci, boleh  dibuat untuk memasak serta boleh diperjual belikan (Lihat Kitab Bujairomiy ala al-kotib:1/84 dan Ianatut Tholibin).”
Pembicara kedua, KH Abror Musodiq dalam kesempatan  itu menyampaikan ada lima perkara yang dipelihara dan diperhatikan oleh Rasulullah SAW karena keadaan itu bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT yakni (1) Masjid yang didirikan di tengah-tengah umat namun tidak ada orang yang shalat di masjid itu; (2)Al Qur’an bertempat pada orang-orang fasiq;(3) Ada perempuan soleh dan taat namun mengembara;(4) Orang laki-laki yang mengembara;(5) Orang alim namun masyarakat tidak menggubrisnya.
Selain itu kata Pengasuh Pondok Pesantren Darul Abror Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja Kab Purbalingga itu kepada jamaah juga disampaikan lima hal yang bisa mendatangkan ibadah di sisi Allah SWT: ”(1) melihat Ka’bah;(2) Memandang kedua orang tua;(3)Memandang seorang istri; (4) Membaca Al Qur’an dan (5) Memandang orang yang suka ahli ibadah,” jelas  KH Abror Mushodiq.
Acara terakhir dengan wejangan sebentar kemudian langsung ditutup dengan doa oleh  KH Anwar Idris, Pengasuh Pondok Pesantren Minhajuth Tholabah desa Kembangan, Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.(***) Aji Setiawan

2 komentar:

Saiful Bahri mengatakan...

Saya menunggu kapan Ustadz Aji Setiawan ganti memberikan taushiyah?
Dan apakah sudah mendapat pasangan hidup? Tolong kabari.

Siti Di Arab saudi mengatakan...

Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur,
saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik,
jika ingin seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau